Proyek Galian di Jalan Terusan HR Rasuna Said: Upaya Mengurangi Genangan Banjir
Medan Bicara – Proyek Galian di Jalan sebagai ibu kota dengan populasi padat, sering menghadapi persoalan banjir dan genangan setelah hujan deras. Salah satu titik yang sering terjadi genangan adalah di kawasan Jalan Terusan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Untuk memitigasi masalah ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan proyek galian saluran air dan perbaikan drainase di area tersebut.
Proyek ini bukan hanya terkait drainase, tapi juga menggandeng perbaikan trotoar, pembangunan saluran penghubung, dan pengelolaan utilitas lainnya seperti kabel bawah tanah.
Tujuan Proyek
Beberapa tujuan utama dari proyek galian ini:
Mengurangi genangan air
Dengan membuat dan memperlebar saluran air penghubung (PHB – Pembangunan Hidraulik Bantuan atau istilah lain sesuai nomenklatur), mengurai dan memperlancar aliran air saat hujan, menghindarkan genangan terutama di ruas-ruas seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Denpasar Raya, serta di depan kantor‑kantor kementerian.
Mencegah krisis air bersih
Heru Budi Hartono, Penjabat Gubernur DKI, menyebut bahwa galian juga bagian dari upaya penyediaan air bersih melalui rangkaian proyek PAM Jaya. Jika infrastruktur air tidak diperkuat sekarang, beban kebutuhan air bersih ke depan akan semakin berat.
Baca Juga: Diaspora Sambut Prabowo di AS Sampai Minta Tanda Tangan
Proyek Galian di Jalan Mengatasi penurunan muka tanah
Saluran air yang baik dan sistem drainase yang optimal juga diharapkan mengurangi beban rembesan air, yang salah satunya bisa menjadi faktor dalam penurunan muka tanah (subsidence).
Pemeliharaan utilitas dan trotoar
Perbaikan trotoar dan penataan jalan agar lebih rapi, aman, dan mendukung fungsi drainase. Termasuk memastikan saluran air yang sudah diperbaiki atau dibangun bisa tertutup dan tidak membahayakan pejalan kaki atau pengendara.
Kendala & Dampak Sementara
Meskipun tujuannya positif, proyek galian ini menimbulkan beberapa masalah sementara:
Kemacetan lalu lintas
Debu dan gangguan kualitas udara
Warga di daerah sekitar proyek menyebut debu tebal akibat proyek galian membuat aktivitas menjadi tidak nyaman, terutama di siang hari.
Risiko keselamatan
Saluran air yang belum tertutup, atau beton cor yang belum kering, menimbulkan potensi bahaya bagi pengguna jalan—baik pejalan kaki maupun pengendara.
Ketidakjelasan informasi
Ada keluhan bahwa warga terkadang tidak tahu persis kapan proyek akan selesai, atau bagaimana alternatif jalur agar dampak terhadap mobilitas bisa diminimalisir.
Harapan & Manfaat Ke Depan
Kenyamanan Warga & Mobilitas
Setelah proyek selesai, lalu lintas bisa normal kembali, pejalan kaki bisa menggunakan trotoar dengan aman, dan lingkungan menjadi lebih sehat dari debu dan kotoran.
Keberlanjutan Infrastruktur Air
Penyediaan air bersih yang lebih baik, pengelolaan utilitas yang rapi, dan mitigasi terhadap kerusakan akibat rembesan air atau banjir berulang bisa memperpanjang umur jalan, saluran, serta utilitas lainnya.
Lingkungan yang Lebih Tertata
Suasana kota yang lebih bersih, jalan yang tidak mudah rusak karena genangan air, dan terhindar dari risiko kecelakaan karena saluran terbuka atau perkerasan jalan yang rusak.
Proyek Galian di Jalan Rekomendasi untuk Mendukung Keberhasilan Proyek
Untuk memastikan proyek ini benar‑benar mampu mengurangi masalah banjir dan genangan, berikut beberapa rekomendasi:
Penutupan saluran sementara segera setelah beton atau material cor siap, agar bagian terbuka tidak membahayakan.
Komunikasi publik yang jelas: kapan proyek mulai, lama pengerjaan, jalur alternatif, imbauan bagi pengguna jalan.
antara Sudin SDA, Bina Marga, PAM Jaya, utilitas seperti listrik dan gas, serta pihak pengembang proyek infrastruktur lainnya seperti LRT agar tidak bertumpuk.
memastikan tidak ada penyumbatan, sedimentasi, dan saluran tetap bersih; serta sumur resapan dan kolam penampungan air (retensi) memadai untuk menahan limpasan saat hujan lebat.












