Talud Sungai Tlogosari Semarang Ambrol, DPRD: Jangan Menunggu Korban
Media Bicara – Talud Sungai Tlogosari Semarang yang terletak di kawasan Tlogosari, Semarang, ambrol pada Selasa (5/1) pagi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Peristiwa tersebut mengakibatkan akses jalan utama yang biasa digunakan oleh warga setempat dan pengendara terputus. Selain itu, talud yang ambrol juga berpotensi menambah risiko bencana longsor dan banjir di kawasan sekitar.
Terkait dengan kejadian ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki dan memperkuat talud yang sudah rusak. Wakil Ketua DPRD Semarang, Sudarsono, menegaskan bahwa jangan sampai bencana menelan korban terlebih dahulu sebelum langkah penanganan yang lebih serius dilakukan.
Ambrolnya Talud Sungai Tlogosari
Talud Sungai Tlogosari, yang berfungsi untuk menahan erosi dan melindungi area sekitarnya dari bahaya luapan sungai, ambrol sekitar 20 meter akibat curah hujan yang tinggi. Wilayah ini memang rawan terhadap pergerakan tanah dan longsor setiap kali musim hujan tiba. Talud yang ambrol menyebabkan lumpur dan batu besar menghalangi jalan, sementara air sungai yang meluap semakin memburuk kondisi di lokasi.
“Kami sangat khawatir jika tidak segera dilakukan perbaikan, kerusakan akan semakin meluas. Talud ini sudah tidak bisa lagi menahan air dan tanah yang ada di sekitar tepi sungai,” ujar Sudarsono, Wakil Ketua DPRD Semarang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, area yang terdampak ambrolnya talud ini juga berdekatan dengan pemukiman warga, sehingga potensi bencana besar semakin mengancam, apalagi jika hujan deras terus mengguyur kawasan ini.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono dan Metafora Politik Nasional
Tindakan Cepat dan Tepat
DPRD Kota Semarang, melalui Sudarsono, meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera melakukan evaluasi terhadap kondisi talud dan melakukan perbaikan darurat. Sudarsono menekankan bahwa keberadaan talud yang rusak ini perlu segera diperbaiki, mengingat dampaknya bisa sangat berbahaya, terutama jika terjadi hujan deras atau banjir susulan.
“Pemerintah harus segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan talud Sungai Tlogosari ini. Jangan menunggu korban baru kita bergerak. Ini sangat penting untuk keselamatan warga,” tegasnya.
Selain itu, Sudarsono juga meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh. Tidak hanya memperbaiki talud yang rusak, tetapi juga melakukan penguatan infrastruktur di sekitar wilayah sungai yang rawan bencana.
Penyebab Kerusakan Talud
Selain itu, tingginya volume air yang mengalir melalui sungai juga turut memperburuk kondisi talud, yang sudah terlihat rapuh sebelum kejadian.
Beberapa warga setempat menyatakan bahwa mereka sudah beberapa kali mengeluhkan kondisi talud yang mulai retak dan terkikis. Namun, perbaikan yang dilakukan sebelumnya tidak cukup untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar.
“Kami sudah sering mendengar adanya kerusakan kecil di talud ini, tapi tidak ada tindak lanjut yang cukup serius. Setelah kejadian ini, kami harap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh,” kata Ahmad, seorang warga Tlogosari yang tinggal dekat sungai.
Pencegahan dan Mitigasi Bencana
Sudarsono juga menekankan pentingnya melakukan mitigasi bencana jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar pemerintah melakukan pendataan ulang terhadap kondisi seluruh infrastruktur penahan air yang ada di wilayah rawan banjir, seperti talud dan bendungan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa infrastruktur penahan air dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.
“Mitigasi bencana harus menjadi prioritas. Jangan sampai, ketika terjadi bencana, kita hanya bisa menyesal dan menghitung kerugian. Harus ada langkah-langkah preventif yang lebih baik,” tambahnya.
Talud Sungai Tlogosari Semarang Pemerintah Kota Semarang
Menanggapi kejadian ambrolnya talud di Sungai Tlogosari, Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), langsung turun tangan untuk mengevaluasi kondisi di lokasi bencana. Kepala Dinas PU Semarang, Haryadi Suyuti, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan perbaikan darurat dan menyusun rencana jangka panjang untuk memperbaiki struktur talud yang rusak.
“Kami sudah mengerahkan tim untuk melakukan perbaikan sementara agar tidak semakin parah. Setelah itu, kami akan menyusun rencana perbaikan lebih menyeluruh dan penguatan infrastruktur di sepanjang sungai,” ujar Haryadi.
Pemerintah Kota Semarang juga berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk mengatasi masalah kerusakan talud di Sungai Tlogosari.
Kesimpulan
Kerusakan talud Sungai Tlogosari yang ambrol mengingatkan kita akan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur penahan air di wilayah rawan bencana. Jangan sampai bencana baru terjadi baru pemerintah bertindak.












