BNPB Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Serentak di Sumut, Aceh, dan Sumbar untuk Tekan Risiko Bencana Hidrometeorologi
Medan Bicara – BNPB Mulai Gelar Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak di tiga provinsi—Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat—menyusul meningkatnya intensitas hujan ekstrem serta tingginya potensi banjir, banjir bandang, dan longsor di wilayah tersebut.
Pelaksanaan OMC dilakukan sebagai upaya mitigasi dini untuk mengendalikan curah hujan yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Operasi dilakukan bekerja sama dengan TNI AU, BRIN, serta Pemerintah Daerah masing-masing.
Fokus: Mengurangi Puncak Curah Hujan
Kepala BNPB menjelaskan bahwa OMC diperlukan untuk mengarahkan atau menurunkan curah hujan sebelum awan memasuki wilayah rawan bencana. Metode ini dilakukan dengan penyemaian garam (NaCl) menggunakan pesawat khusus agar awan menurunkan hujan lebih cepat di area yang aman.
“Tujuan utama adalah mengurangi intensitas hujan di titik yang berisiko dan memastikan debit sungai tidak melonjak drastis,” ujarnya.
Pelaksanaan OMC dilakukan dari beberapa pangkalan udara, dengan pesawat yang disiagakan selama 24 jam sesuai perkembangan kondisi atmosfer.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Soal Data Jumlah PHK Tertinggi Ada di Jabar Kini Sebut Sudah Ada Investor Baru
Aceh, Sumut, dan Sumbar Masuk Zona Siaga
Tiga provinsi tersebut menjadi prioritas karena beberapa daerah telah dilanda bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari terakhir. Sungai-sungai besar di Aceh dan Sumut dilaporkan mulai meluap, sementara sejumlah tebing di Sumbar mengalami retakan serius akibat tanah jenuh air.
BMKG sebelumnya merilis peringatan potensi hujan sangat lebat disertai angin kencang yang berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. Kondisi atmosfer yang labil dinilai memerlukan intervensi melalui OMC untuk mencegah eskalasi bencana.
Pemerintah Daerah Sambut Baik Langkah BNPB
Sejumlah kepala daerah mengapresiasi diterjunkannya OMC ke wilayah mereka. Mereka menilai langkah ini sangat penting mengingat kondisi topografi Sumatera yang rentan banjir dan longsor saat musim penghujan.
“Kami sudah mengerahkan seluruh perangkat untuk siaga. Meski begitu, curah hujan belakangan meningkat sangat tajam. OMC ini benar-benar membantu,” kata salah satu kepala daerah.
BNPB Mulai Gelar Operasi Warga Diminta Tetap Waspada
Meski OMC dapat membantu mengurangi risiko, BNPB menegaskan bahwa masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan.
Masyarakat diminta memperhatikan:
Peningkatan tinggi muka air sungai
Retakan tanah di lereng
Hujan intensitas tinggi lebih dari 1 jam
Potensi pohon tumbang akibat angin kuat
BNPB juga mengimbau warga untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.
Operasi Berlanjut Sesuai Kondisi Atmosfer
BNPB akan terus memantau dinamika cuaca dan memastikan OMC dilakukan hingga kondisi curah hujan kembali stabil. Jika diperlukan, operasi akan diperpanjang atau diperluas ke provinsi lain yang menunjukkan peningkatan risiko.
